.

.
Powered by Blogger.

Bakti Sosial FKO

Monday, June 20, 2016


Barabai. Remaja dan Pemuda sekarang kadang diframe sebagai komunitas yang individualisme tinggi, hura-hura dan jauh dari kegiatan positif, bahkan cenderung dengan kegiatan negatif seperti tawuran, perkelahian antar sekolah atau gank, obat-batan, pacaran dan lan sebagainya.
Namun tidak dengan sekelompok pelajar yang tergabung dalam Forum Komunikasi OSIS  (FKO) Hulu Sungai Tengah yang mengadakan Amazing Ramadhan (selama dua hari) yang salah satu agendanya adalah bakti sosial dan penyerahan bantuan di Yatim Piatu, Birayang, serta buka puasa bersama dengan anak yatim piatu serta keluarga dhuafa.

Kegiatan ini juga  didukung Yayasan Al Futuwwah, Mumtaz Trainig & Research, dan Rumah Infaq Banua.
Pada kesempatan ini Rumah Infaq Banua menyerahkan tujuh paket sembako yang merupakan donasi dari para donatur, Semoga Allah memberkahi amal-amal para donatur.

Acara yang diisi juga dengan kegiatan Materi Keislaman dan Motivasi, serta tadarus Al Quran, menjadi tambah lengkap dalam mengisi hari liburan di Bulan Ramadhan yang Penuh Berkah.
Acara Amazing Ramadhan kali setidaknya memberikan pengalaman baru bagi para calon pemimpin masa depan bangsa ini, pengalaman tentang arti, penting serta indah nya akan berbagi.

Bagi Para Pemimpin Sejati, Kebahagian itu adalah Ketika Memberi, Bukan Menerima.
Semangat Pagii...

Membangun Solidaritas Pelajar Bersama Rumah Infaq Banua dan Mumtaz

Monday, June 13, 2016



Barabai, Nita adalah salah satu penerima Beasiswa Pelajar dari Lembaga Rumah Infaq Banua, dia tinggal sama Ibu dan neneknya dalam rumah sederhana di Desa Setiap, Pandawan, HST.  Nita duduk di kelas 2 dan akan naik kelas 3. Nita salah satu murid berprestasi, ketika pertama kali kami ke sana Nita ranking 2, dan kabar baru-baru ini (Juni) ternyata Nita meraih Ranking 1. Walaupun secara ekonomi masih dalam kategori keluarga tidak mampu Nita tetap semangat belajar. 

Tidak jarang Nita membantu orang tuanya dalam mencari tambahan pendapatan, salah satu yang sering dilakukannya adalah “mengambil upah” mencabut kacang, yang upahnya sebesar Rp. 3.000 / balik kacang. Yang katanya untuk bisa mengumpulkan 1 balik kacang bisa memakan waktu sekitar 1 jam.


Ketika pertama kali bertemu Nita, dia baru saja datang dari mencabut kacang, tangannya masih kotor dengan tanah bekas mencabut kacang… itulah Nita, orang di dekat kita, yang dalam keterbatasannya  bisa menciptakan prestasi.


  
Ini salah satu cerita yang disampaikan dalam acara Ramadhan di SMKN 1 Barabai kemaren. Kepedulian kepada sesama seraya mengambil semangat solidaritas serta semangat mental baja para pejuang yang mungkin banyak terlahir di sekitar kita.  Acara ini di akhiri dengan penggalangan dana untuk kaum dhuafa yang akan disalurkan lewat Rumah Infaq Banua, Alhamdulillah terkumpul Rp. 315.500,-.

Mumtaz bersinergi dengan Pihak Sekolah SMKN 1 Barabai untuk terus menjaga  pengembangan diri siswa, lebih lagi dalam mentalitas dan optimalisasi potensi siswa, baik dengan menggunakan OSIS dan juga lembaga Im Trust SMKN 1 Barabai. Kepedulian sesama dan semangat untuk terus maju adalah salah satu harapan kita agar bisa tertanam dalam kepribadian siswa. Semoga.

Stifin Couple F dan T

Sunday, June 12, 2016


Awal juni ini saya melakukan tes Stifin untuk satu Keluarga (Ayah, Ibu dan dua orang anak). Setiap kali melakukan test terhadap satu keluarga full saya pasti merasa gembira (bukan karena banyak untung materinya J lho ya ) tapi karena penerapan ilmu Stifinnya akan semakin komplek dan penuh dengan tantangan dan penemuan tentang hal – hal yang baru.
Dulu pernah saya temukan pasangan yang kurang pas dari teori Stifin, dan memang dari konsultasi ketika penjelasan hasil test saya ketahui bahwa pasangan ini sering cek cok (pasangan Thinking sama Thinking yang pernah saya sampaikan dalam tulisan Pelajaran dari Stifin Couple)

Nah pasangan yang saya test awal Juni ini terdiri dari Ayah yang Felling, Ibu Thinking, Anak 1 Intuiting dan Anak 2 Felling..

Dari format pasangat ini saya tidak terlalu banyak menemukan masalah, karena dari teori sirkulasi Stifin, maka Si ibu (T) akan ditaklukkan si Ayah (F), dan Si iBu (T) menaklukkan si Anak 1 (I), si Anak 1 (I) memberikan dukungan ke Bapak (F) dan si adik / anak 2 (F), dan si anak 2 dan bapak sama2 (F). Secara genetik dan teori Stifin maka si ibu akan lebih garang dan menjadi penegak peraturan rumah, kedisiplinan, tegas dan tentu juga ada reward dan punishment. Dan si bapak berpoisisi penengah dan pengayom bahkan akan lebih banyak menjadi pengambil keputusan akhir.

Anak Intuiting dan Dunia Khayalnya (Game)

Dari pengalaman satu Tahun mendalami praktek dan teori tes mesin kecerdasan Stifin, akhirnya saya menemukan banyak orang-orang yang memiliki mesin kecerdasan intuiting. Mayoritas yang saya temukan adalah anak-anak, karena memang yang saya kebanyakannya anak-anak.
Namun dari pengalaman ini dari sekitar sepuluhan lebih (artinya belasan gitu J
Yang bermesin intuiting ini ternyata memiliki perbedaan yang mencolok dari kebiasaan aplikatif mesin kecerdasannya
Pada dasarnya Intuiting ini biasanya adalah orang-orang yang sangat senang berimajinasi dan berfantasi, dia adalah orang yang ahli khayal, ahli dalam menciptakan yang abstrak / tidak nyata menjadi nyata dan jelas ada.
Mereka hidup dalam khayalan mereka. Mereka juga termasuk orang-orang yang pandai merangkai kata-kata indah. Hmm..mereka yang termasuk intuiting adalah orang yang mempunyai kekuatan dalam berkata-kata. Kata-kata yang mereka ucapkan sesungguhnya mungkin hanyalah hal yang biasa saja, tapi mereka memiliki aura sendiri bagi pendengarnya.
Makanya biasanya kalau anak intuiting pasti suka mwnggambar (kata negatifnya adalah mencoret-coret dinding J , suka warna dan suka membuat sesuatu.
Beberapa kebiasaan orang yang memiliki mesin kecerdasan Intuiting :    Mengolah informasi berdasarkan intuisi, Lebih berminat pada pemahaman imaginatif,  Abstrak dan teoritis, Orientasi pada masa depan, Mulai dari mana saja, Mengandalkan inpirasi, Memiliki pikiran yang berputar namun terpola, Memberi ruang, alternatif, dan tidak cepak menyimpulkan, Tertarik pada pekerjaan yang melibatkan kreatifitas, Menyukai cerita fiksi, Berbicara hanya hal-hal besar dan strategis, Memiliki visi ke depan , Cenderung untuk menyelesaikan kalimat orang lain
Anak tipe INTIUTING mempunyai kelebihan pada imajinasi- kreatifitas -daya cipta –membuat terobosan baru- menciptakan produk baru-trend baru. Kebiasaannya suka usil dengan menyalurkan suka usilnya itu akan merangsang kemampuan kreatifitas daya ciptanya.
Inilah konsep dasar anak intuiting, namun yang saya maksudkan memiliki perbedaan yang mencolok dari kebiasaan aplikatif mesin kecerdasannya (seperti yang ungkapkan di atas) adalah arah bentuk pencurahan kecerdasannya.
Dari beberapa anak mayoritas mereke mencurahkan kecerdasan intuiting (daya khayal, imajinasi - kreatifitas -daya cipta nya) dalam bentuk menggambar, banyak saya temukan yang coret coret dinding rumahnya, anakyang punya banyak buku gambar hasil karyanya, koleksi crayon dan penanya sil warna, namun disisi lain saya juga menemukan anak intuiting yang tidak suka dan bisa menggambar atau mewarna, namun saya kroscek terus ternyata si anak suka ngarang cerpen/fiksi kahayalannya dan akhirnya terkumpul beberapa buku yang berisi tulisan tangannya.
Dan terakhir di akhir bulan mei 2016 ini saya menemukan anak intuiitng yang dari penjelsan orang tuanya ternyata si anak tidak suka/bisa menggambar, mewarna dan juga tidak ada hasil karyanya yang menonjol seperti biasanya saya temukan pada anak intuiting yang lain. Ketika menjelaskan hasil test si anak saya coba terus eksplor dari si abak dan ibunya, tentang kebiasaan si anak, Ternyata si anak suka banget main game hp/gadget...... dan akhirnya saya berkesimpulan bahwa  kecerdasan intuiting (daya khayal, imajinasi - kreatifitas -daya cipta nya)  tertuang dalam game nya, dan sangat saya sarankan agar si anak diarahkan pencurahan daya khayal imajinasinya ke selain game hp / gadget, karena saya yakin itu akan berdampak negatif dan pengasahan kecerdasannya tergolong ke dalam bentuk pasif, berbeda dengan menggambar, mengarang, merangkai, memola dll yang merupakan bentuk aktif.
Semoga bermamfaat.
Inilah pengalaman saya.


Leadership Training P. Com Binuang


Binuang, P.Com sebuah lembaga yang bergerak di pembinaan generasi muda di Kabupaten Tapin menggelar sebuah acara Leadership Training sekaligus Pesantren Ramadhan  pada Ahad (12/6). Acara yang dihadiri sekitar 35 pelajar dari berbagai perwakilan OSIS sekolah ini bertempat di Mushalla SMPN 1 Binuang dan berlangsung  dengan ceria dan penuh semangat.
Mumtaz diminta mengisi satu sesi materi dan sekaligus Mumtaz juga  membawa para Trainer Muda yang juga merupakan para pengurus Forum Komunikasi OSIS (FKO) Hulu Sungai Tengah.
Hadir pada acara ini Tamjidillah (Ketua FKO), Rifqi (Ex Wakil FKO), Rijal (FKO/OSIS MAN2 Barabai) dan juga para pengurus OSIS dari binuang (SMA, SMK dan SMPN 1 Binuang). Sehinnga acara ini sekaligus jadi ajang Training / Pelatihan dan juga ajang Silaturrahmi perwakilan pengurus OSIS dua Kabupaten.
Sukses tuk Kawan2 di P.Com
dan Mari kita Terus Bergerak....
Karena tak akan ada Perubahan, kalau kita tidak bergerak (kata nya Trainer "Rifqi

 

Pesantren Ramadhan SMKN 1 Barabai


SMKN 1 Barabai melalui OSIS nya melaksanakan  acara di Bulan Penuh Berkah, Pesantren Ramadhan. Acara ini berlangsung dua gelombang, gelombang pertama khusus putra dan gelombang kedua khusus puteri.
Mumtaz diberikan waktu untuk memberikan materi pada Rabu (8/6) untuk gelombang pertama dan Sabtu (11/6) untuk gelombang kedua.
Acara yang berlangsung di Aula Sekolah ini dihadiri sekitar 150 orang untuk setiap gelombangnya.
Ramadhan diharapkan bisa memberikan semangat baru untuk terus bisa memperbaiki dan menambah ketaqwaan.


Traumatik Si Insting (STIFIN)

Monday, April 11, 2016


Sebelumnya saya ingin menceritakan bahwa kemaren (10/4/2016) saya melakukan test Stifin terhadap 5 (lima) orang yang secara garis darah masih memiliki hubungan keluarga dekat, walaupun tidak hidup dalam satu rumah. Test ini memberikan pelajaran baru bagi saya dalam penerapan ilmu Stifin dan memahami hasil testnya.

hasil test Stifin yang menguak banyak informasi diri tentu bukan kepastian mutlak apalagi ramalan, karena yang di analisa Stifin adalah potensi genetiknya (yang dalam keilmuan hanya sebesar 20% sedangkan 80% nya akan ditentukan oleh lingkungan). Namun banyangkan ketika kita mengetahui potensi 20% ini dari awal lalu kita asah dengan telaten sejak dini tentu akan menjadi potensi besar di masa depannya. Hal ini lah yang membuat test Stifin pentung untuk para orang tua yang ingin lebih mengenal anaknya.

Kebetulan yang saya test kemaren sudah berumur (kisaran 14 - 24 Tahun) yang tentu ada beberapa aspek lingkungan yang banyak berpengaruh terhadap personalitynya. Pada dasarnya Stifin tidak diturunkan (Genetik non herediteri) sehingga satu keluarga bahkan anak kembar bisa memiliki Mesin Kecerdasan /Personality yang berbeda. Tapi juga tidak menutup kemungkinan dalam satu keluarga ada beberapa yang sama Mesin Kecerdasan /Personality nya.

Dan ini yang saya ketemukan dalam kesempatan kemaren, ada 3 orang yang memiliki Mesin Kecerdasan /Personality yang sama yang dala hal ini adalah Insting. Dan setelah hasil tets ada dan penjelasan serta komunikasi yang dua arah, saya melihat ada perbedaan antara ketiganya, 1 orang memiliki ciri-ciri personality Insting yang kentara, seperti spontan, cuap-cuap dan mau cepat, sedangkan 2 orang yang lain malah ciri insting di atas tak terlihat.

Ada beberapa analisa yang menyebabkan hal tersebut :
Interaksi yang Intens, kalo dalam satu keluarga lebih dari satu yang memiliki Personality Genetik yang sama (misal sama-sama Sensing Intovert, atau sama-sama Felling Ekstrovert dan seterusnya) dan kalo masih tinggal bersama maka ada kecenderungan salah satu dari mereka tidak keluar ciri-ciri personality nya.
Lingkungan. Genentik Stifin keilmuan hanya sebesar 20% sedangkan 80% nya akan ditentukan oleh lingkungan, sehingga Lingkungan akan berpengaruh besar terhada muncul ciri-ciri personalitynya
Traumatik, hal ini sangat melekat terhadap Insting, karena orang Insting memiliki Traumatik yang besar, sehingga masa lalunya memberikan dampak besar terdap dirinya seperti (Konflik, Broken Home - Perceraian  Orang Tua, Masalah Sekolah dll)

Semua Personality memiliki Kelebihan dan Kekurangan masing-masing, dengan Stifin kita bisa mengetahuinya lebih awal dan sejak dini....



Mohon Doa dalam Pangkuan Ayah Ibu

Sunday, April 10, 2016

 
Motivasi akan sangat optimal kalau dilakukan oleh orang terdekat, itulah hukum dasarnya. Sehingga beberapa kali Mumtaz melakukan training motivasi seoptimal mungkin untuk dapat mengaitkan dengan sosok orang terdekat dari peserta. Sosok terdekat inilah yang sebenarnya bisa dijadikan sebagai real sumber motivasinya.

Apalagi kalau peserta pelatihan adalah anak-anak (siswa / pelajar) maka akan sangat bagus kalau pelatihan itu melibatkan orang terdekatnya (orang tua) walaupun cuma dalam satu segmen pelatihan (mungkin cuma beberapa menit dan itu menjadi closing dari pelatihan.



SDIT Qurrata Ayun melakukan training motivasi pada Sabtu, 9 April 2016 dengan kerjasama dengan Mumtaz dengan konsep pelibatan orang tua dalam satu sesi closing acara.

Acara yang awalnya penuh canda tawa dan keceriaan, ketika memasuki ujung acara tercipta suasana yang sangat syahdu dan penuh dengan tangisan. Di mulai dari cerita hikmah menggugah, surat cinta dari orang tua dan akhirnya permohonan doa langsung ke orang (yang mana kehadirannya orang tua tanpa diketahui oleh siswa).

Menangis di atas pangkuan orang tua sambil seraya memhon doa.
Adakah yang lebih indah dari ini. 

Spiritual Quotient

Sunday, April 3, 2016


Spiritual Quotient ( Kecerdasan Spiritual) merupakan yang membantu seseorang untuk mengembangkan dirinya secara utuh melalui penciptaan kemungkinan untuk menerapkan nilai-nilai positif dalam kehidupannya. Adapun tujuan akhir dari Spiritual Quotient adalah kesadaran diri tentang "Siapa Saya ?, Kemana Tujuan Saya, Pada Siapa Saya Mengabdi ?.

Organisasi I'M Trust SMKN 1 Barabai mengundang Mumtaz untuk mengisi acara ini sembari sebagai persiapan untuk menghadapi ujian akhir tahun ini. Acara yang dilaksanakan pada Ahad 3/4/2016 di Aula Sekolah diharapkan dapat memberikan motivasi dari dalam diri untuk terus dapat memberikan yang terbaik bagi orang-orang tercinta.


Acara yang diikuti ratusan peserta ini berlangsung dengan penuh keceriaan, canda tawa, serta juga  isakan tangisan. Tertawa karena bahagia, menangis karna penuh kesadaran bahwa begitu luar biasanya orang-orang yang kita cintai, serta betapa lemahnya kita di hadapan Tuhan.

Keunikan Anak Berkekuatan "Insting"

Sunday, March 27, 2016


Sekian lama dan banyak melakukan test Stifin akhirnya saya menemukan orang/anak yang bermesin kecerdasan Insting. Sebelum-sebelumnya sudah banyak saya menemukan orang/anak bermesin kecerdasan Sensing, Thinking, Intuiting dan Felling.
Mohon Maaf saya harus menutupi Namanya di Sertifikat (karena belum ijin untuk dipublish)

Karena dalam Stifin, setiap mesin kecerdasaan memiliki keunikannya masing-masing, maka begitupula Insting, memiliki keunikan serta kelebihan dan kekurangan. Insting memiliki Sistem operasi otak pada Belahan Otak Tengah, sehingga memiliki keseimbangan antara otak kanan dan kirinya.

Kecerdasan Insting merujuk kepada naluri sebagai indera ketujuh yang dilengkapi dengan kemampuan serba-bisa.  Kecerdasan tersebut dikemudikan secara otomatis sehingga membuatnya responsif, mudah beradaptasi, dan banyak kawan.

Kepribadian ini jenis calon spiritualis yang hebat.  Otak reptilia yang dimilikinya membuat mereka seperti galak dan temperamental.  Namun Tuhan memasukkan otak spiritual ke golongan ini. Kondisi keseharian meraka berada diantara rentang kebinatangan dan kespiritualan yang tinggi. Setiap hari selalu terjadi tarik menarik. Mereka memiliki naluri yang tajam, pandai meramal dan kemampuan spekulasinya tinggi. Hal yang mengganggu ketajaman nalurinya adalah karena mereka peragu dan tidak punya prinsip.  Mudah didikte oleh pengaruh luar yang kuat. Isi kepalanya yang lengkap telah mencetak mereka menjadi seorang generalis. 

Setelah hasil test ada dan waktunya penjelasan hasil test, maka ini menjadi waktu penting bagi  saya untuk mengetahui apakah hasil test ini valid dengan kehidupan, kebiasannya sehari-hari. Dari hasil penjelasan, dari setiap kalimat yang saya sampaikan sang Ibu banyak tersenyum dan tertawa tanda mengiyakan hasil yang saya sampaikan. Beberapa hal yang menurut sang ibu sangat kentara jelas adalah sebagai berikut :
  1.  Orangnya spontan, reaktif dan pragmatis (jangka pendek)
  2. Pola belajar deduktif (Ketahui dulu kesimpulannya baru kemudian diteruskan pada rincian / Khusus ke Umum).  Maka pada setiap buku yang ia baca ia selalu merangkai dulu mencari kesimpulannya baru kemudian diuraikan detailnya. Kata sang Ibu “bukunya banyak yang digaris-garis dengan stobelo” sebagai tanda bahwa bagian itu penting.
  3.  Orangnya sangat penolong, sangat Dermawan, ia merasa sedih jika tidak bisa menolong orang lain yang memerlukannya. Tabiatnya terhadap uang adalah selalu ingin menolong orang. Akibat- nya uang habis bukan untuk diri sendiri melainkan untuk menolong orang lain.

Faktor serba bisa dan daya adaptasi fisik dan adaptasi kecerdasan yang tinggi menyebabkan panggilan jiwa dari tipe In selalu ingin ber- peran sebagai mitra (partner) bagi tipe lainnya. Meskipun harus menjadi orang nomer dua dalam kemitraan tersebut ia tidak terlalu memper- masalahkan yang penting ia dapat menjadi mitra bagi tipe lainnya di level yang lebih baik. Hal seperti ini tidak akan terjadi pada tipe ke- pribadian yang lain. Karena mereka selalu ingin menjadi nomor satu dalam kemitraan tersebut.
Jika ia bisa bekerja secara tenang dan damai maka salah satu ke- mampuan dia yang lain akan perform, yaitu memiliki mata ketiga dalam melihat terhadap setiap peristiwa. Hasil pengamatan mata ketiga tersebut adalah ia dapat melihat hikmah yang tersembunyi di balik setiap ke- jadian, atau dapat memaknai secara spiritual terhadap setiap kejadian, atau mendapatkan informasi penting dari indera ketujuh (naluri)-nya.

Harapan terbesarnya yaitu ia selalu memberikan kontribusi pada lingkungan sosialnya. Ia merasa hampa jika merasa tidak menolong atau berkontribusi terhadap lingkungannya. Hal yang paling menyakit- kan baginya adalah ketika ia ditolak oleh lingkungannya. Kemampuan adaptasinyalah yang membawanya untuk berkontribusi lebih banyak kepada lingkungannya. 
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Mumtaz - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Inspired by Sportapolis Shape5.com
Proudly powered by Blogger